Dengan buru - buru takut akan habisnya jam istirahat siang hari ini, aku membawa buku biru tentang filsafatku sekaligus buku merah yang berjudul Ego is the Enemy — buku milik cowok di bus — . Waktu istirahat siang ini merupakan istirahat yang paling membuat lingkungan SMA Khatulistiwa kacau karena siswanya berada di sana sini. Bahkan saat aku berjalan menuju perpustakaan pun aku selalu mendengar ada siswa yang mengobrol. Begitu ramai dan begitu membuat aku pusing. Aku benci keramaian ini. Tidak tahu mengapa aku begitu benci dan ingin segera keluar dari rasa pengap ini. Mungkin, karena aku sendiri di tengah banyaknya orang yang datang bersama. Mungkin karena aku tidak bersama teman - temanku atau seseorang yang aku kenal. Pengap, sesak, lama - lama rasa sakit menggerogoti kepalaku. s**l,

