48

432 Kata

" si Aurum kan masih jadi manusia, Ji. Dia pasti butuh lah, " celetuk Ellyna—si mata sipit— dari mejanya. Nampaknya, dia juga ingin bergabung dengan obrolan random ini. Aku seperti sedang di introgasi oleh teman - temanku sendiri. Akan tetapi, aku justru bahagia dengan hal sederhana ini rasanya, aku seperti dipedulikan. Rasanya, aku seperti dikelilingi oleh orang yang sangat menyayangiku. Dan aku begitu bahagia akan hal itu. Sulan menepuk - nepuk punggunggu. Aku masih terbuai dengan kata - kata yang ditulis di buku biru ku. Sungguh, buku filsafat yang tengah aku baca ini memberikan banyak sekali ilmu pengetahuan dan membuka pemikiranku. “ Aurum kayaknya cocok masuk eskul penyiaran aja. Itu pasti seru. Apa lagi, ni bocah doyang banget baca dan niruin suara penyiar radio. Menurut gue, lo co

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN