11

649 Kata

Sejak siang setelah makan siang bersama. Bagus berpesan pada Cantika untuk tidak menganggunya karena ia mau melakukan meeting secara online dengan semua jajaran pejabat perusahaan. Cantika berada di dapur sedang membuat jamu kuat untuk Bagus dan jamu pentubur kandungan untuk dirinya dan Sonya. Dalam hati kecil Cantika, ia juga masih ingin bisa hamil seperti wanita pada umumnya. Semoga saja vonis itu tidak permanen dan masih bisa di sembuhkan dengan cara hernalmdan tradisional. Tapi usaha lain juga perlu kan. "Non Cantika ... Ada tamu. Teman Den Bagus katanya," ucap Bu Mur, asisten Cantika sejak Cantika masih kecil. Cantika meletakkan jamu yang sedang ia rebus dan menunggu untuk matang. "Siapa Bu? Namanya?" tanya Cantika pelan. "Ekhemmm ... Ibu gak tanya. Tapi bawa laptop katanya urusa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN