Beberapa hari kemudian. “Aku tidak akan bisa melakukan apa-apa Ririn, emangnya kamu bisa apa?” Mantan ibu mertuaku tersenyum mengeringai . “Ibu, cukup Lina yang salah memukuli Jeny,” ucap Dimas. “Tidak, Aku ingin melihat sehebat wanita ini sekarang,” ucapnya menghinaku. ‘Aku tidak mau diam lagi saat kamu hina nenek tua. Dulu aku diam saat kamu hina, itu karena aku menghormatimu sebagai ibu mertua, tapi saat ini tidak lagi’ “Baik, aku akan buktikan sama Ibu. Aku akan pastikan menantu pilihanmu itu masuk penjara dan Dimas akan keluar dari rumah ini,” balasku tidak mau kalah. “Ayo, sok atuh buktikan,” ujarnya dengan sombong. “Baik, jangan memohon nanti padaku,” ucapku lagi. Aku tidak main-main dengan ucapanku, demi herga diri dan demi anak-anakku Aku berjuang untuk keadilan. Aku melep

