Teror yang Menegangkan

1039 Kata

Saat Farel sudah berangkat kerja, aku memilih masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, baru saja aku mengisi daya ponsel yang diberikan Farel. Benda pipih berwarna putih benar-benar mati total, karena lama disimpan Farel. Padahal aku sudah tidak sabar ingin bertanya tentang kabar anak-anakku. Saat aku meletakkan di atas nakas, suara ketukan terdengar dari daun pintu. ‘Siapa?’ Batinku bertanya, tubuh ini menegang ketakutan. “Siapa?” tanyaku dengan suara pelan. “Ini aku, buka pintunya.” Aku membukanya tetapi yang terjadi. Ada Virto berdiri di sana. Tubuh ini nyaris tumbang di buatnya. "Apa yang kamu lakukan?" tanyaku panik. "Cepat keluar dari sini, hidupmu dalam bahaya," ujar Virto menyeret tanganku dan membawa ke kamar Eyang. "Ada apa?" tanya Eyang terkejut, ia sedang berganti pakai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN