"Kenapa Kim Bum tiba-tiba kemari?.... Padahal sudah beberapa minggu Dia tidak mencari kita?..." Tanya Ara heran. Suasana sudah mulai tenang setelah So Eun berhenti terisak.
"Sepertinya Dia melihat apa yang kita lalukan tadi.... Karena itu Dia marah, merasa kita tidak mendengar apa yang Ia ucapkan...." Jawab Kyuhyun santai. Ara terdiam sesaat sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada So Eun
"Dan Kau So Eun, apa yang ingin Kau bicarakan?...." Tanya Ara lagi.
"Aku ingin minta maaf......Tadi Eommaku kemari....Dia marah mengetahui hubungan kalian... Aku tidak tahu... Harus bagaimana.... Aku-." Jawab So Eun pelan dengan tatapan kosong namun airmatanya tetap sesekali menetes.
"Aku bersungguh-sungguh ketika mengatakan Aku mencintaimu dan akan selalu mendukungmu.... Aku pun akan melakukan apa yang Kau inginkan.... " Kyuhyun berujar lembut. So Eun hanya tersenyum miris atas semua yang terjadi padanya.
"Aku akan kembali ke apartementku...." So Eun langsung beranjak ke arah belakang tanpa mendengar jawaban mereka.
"Ini salah.... Kita tidak harus selalu menurutinya.... Ahn" Gumaman Ara terhenti saat secara tiba-tiba Kyuhyun menyerang leher jenjangnya.
"Apa yang Kau lakukan Kyuhhh...." Ara berusaha mendorong namun terkadang Ia juga mendesah. Kyuhyun tidak menjawab, alih-alih mengangkat Ara ke atas pangkuannya.
"Hmmmppphh.....Ahn....." Ara mulai terlena saat Kyuhyun mulai melumat bibirnya. Beberapa saat Ara membalas perbuatan Kyuhyun namun terhenti ketika Ia mengingat Kyuhyun.
"Cukup..... Hentikan...." Ara mendorong Kyuhyun kemudian berdiri sedikit jauh dari Kyuhyun.
"Kenapa??.... " Kyuhyun bertanya kecewa.
"Bagaimana Kau bisa berfikir m***m disaat keadaan seperti ini.... "
"Siapa yang membuatku m***m seperti ini.... Kau yang biasanya tomboy dan sering menolakku tapi tiba-tiba agresif dan menolakku.... Sejak itu Aku selalu ingin menciummu bodoh...." Kyuhyun memang selalu berkata lembut pada So Eun namun tidak pada Ara, itulah cara bicara mereka. Tiba-tiba wajah Ara merona ketika mengingat dia yang menggoda Kyuhyun setelah pertemuannya dengan Kim Bum.
"Bagaimana Aku tidak berubah agresif karena Kim Bum mengatakan Kau sangat mempesona dan tidak mungkin ada wanita yang akan menolakmu.... Saat itu Aku frustasi takut kehilanganmu bodoh...." Gerutu Ara dalam hati. Ara juga sadar saat itu Kyuhyun sangat heran bahkan Kyuhyun sampai frustasi sepertinya karena benar-benar tidak bisa menolak Ara yang agresif saat itu.
"Aku tidak peduli.... Pokoknya Aku akan memikirkan cara lain agar So Eun merubah keputusannya.... "
"Kenapa??.....Itukan kemauan So Eun...." Heran Kyuhyun.
"Dasar pria tidak peka.....takk..." Ara berucap kesal kemudian menendang tulang kering Kyuhyun sembari berlalu ke kamarnya. Kyuhyun hanya bisa meringis kemudian mengikuti Ara sembari berjalan dengan tertatih.
~oO0Oo~
Cklekk
"Hyung, Kau di sini?...." Kim Bum dengan gaya santainya bertanya ketika melihat Minho duduk santai di ruang keluarga apartementnya.
"Kau dari mana saja?...." Tanya Minho sembari melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sesat Minho mengamati Kim Bum.
"Hanya jalan-jalan saja....." Kim Bum pun duduk di sofa yang sama dengan Minho walau jaraknya agak jauh. Minho hanya mengangguk sesekali melihat Kim Bum yang nampak santai namun tatapannya seolah kosong.
"Hyung.... Aku tidak ada jadwal sampai kapan?..." Tanya Kim Bum tiba-tiba.
"Kau yang memintaku untuk tidak menerima pekerjaan selain yang sudah disepakati, jadi Kau masih kosong.....kecuali Kau mau menerima tawaran film atau drama yang diajukan untukmu....."
"Hmmm..... Aku ingin wamil saja...."
"Apa??....."
"Aku ingin wamil....."
"Kau ada masalah?....."
"Tidak....lagipula ada masalah atau tidak, tidak akan berpengaruh padaku.... Kau tau Aku profesional..."
"Aku akan membicarakan nanti pada Kim Joon...."
"Kenapa?....Aku bukan anak kecil lagi.... "
"Kalau Kau bukan anak kecil, Kau tidak akan mencoba membunuh dirimu sendiri dengan ikut wamil saat Kau sedang kacau....." Minho sudah mulai tidak sabar berucap. Mungkin jika orang lain akan tertipu melihat sikap Kim Bum yang biasa saja, namun Minho dapat melihat jelas kerapuhan Kim Bum itu.
"Aku baik-baik saja Hyung...." Kim Bum kembali berucap santai tanpa menatap Minho.
"Kalau begitu kemarilah...." Minho mengarahkan tangannya meminta Kim Bum mendekat padanya. Awalnya Kim Bum menatapnya kosong kemudian berkaca-kaca dan pada akhirnya Kim Bum pun menerjang Min Ho dengan pelukannya.
"Hikz...... Aku tidak sanggup Hyung...... hikz.... Aku merasa bodoh..... tapi juga hancur Hyung....hikz.... Perjuanganku.... Hanya perbuatan bodoh hikz.... Cintanya sudah benar-benar hilang Hyung....hikz.... Sehingga untuk menumbuhkannya kembali pun tidak bisa...hikz...... " Kim Bum tidak bisa menahannya lagi sehingga dia benar-benar meluapkannya pada Min Ho. Minho hanya diam mengusap punggung Kim Bum. Tanpa Kim Bum sadari Minho sempat meneteskan airmata walau langsung Ia hapus.
"Aku disini sangat mencintainya,... Sedangkan Dia bahkan rela berbagi suami karena sangat mencintai suami brengseknya itu Hyung.... Aku harus bagaimana?....Aku tidak ingin dia tersakiti Hyung....." Kim Bum terus berucap mengenai semua isi hatinya.
"Disaat Dia menyakitimu Kau pun masih memikirkan perasaannya...." Lirih Minho prihatin pada Kim Bum yang nampak tidak akan pernah bisa move on dari So Eun. Lima tahun bersama dengan berbagai kisah manis, kemudian terpaksa terpisah karena restu orang tua. Terpisah selama lima tahun pun tidak membuat rasa cinta Kim Bum untuk So Eun pudar. Banyak yang Kim Bum lakukan untuk bersama So Eun, banyak juga yang Kim Bum lakukan untuk kebahagiaan So Eun. Bagaimana Kim Bum kini tidak merasa hancur disaat cintanya semakin tumbuh namun cinta So Eun justru sudah musnah tak berbekas tergantikan cintanya untuk suami yang bahkan menduakannya.
"Itu adalah pilihannya..... Dan mungkin itu kebahagiaannya.... Kau harus menerimanya.... Bukankah sejak dulu bagimu yang terpenting adalah kegahagiaan So Eun?....." Minho berucap mencoba menenangkan Kim Bum yang kini sudah terkulai dipelukan Minho karena terlalu lelah menangis.
"Ne.... Kau benar hyung.... Dia sudah bahagia walau tidak bersamaku... Jadi apalagi tujuan hidupku?... " Kim Bum berucap miris kemudian memperbaiki posisinya menjadi duduk dan menyandarkan kepalanya di pundak Minho.
"Tetaplah jadi Kim Bum yang kuat... Jangan pernah berfikir bodoh... Dalam hidupmu bukan hanya ada So Eun, ada Kim Joon, ada Aku, dan Ho Joon (putera Minho 3th).... Kau tahu kan kami menyayangimu... Pikirkan itu sebelum bertindak bodoh...." Tekan Minho sebelum menjitak pelan kepala Kim Bum. Kim Bum hanya bisa tersenyum tipis sebelum akhirnya menghela nafas.
"Gumawo Hyung...." Ucap Kim Bum sebelum beranjak kekamarnya.
"Ku harap Kau benar-benar mendengarkan perkataanku..." Walau Min Ho nampak tenang namun Ia sangat khawatir pada Kim Bum mengingat ini kali ketiga hatinya hancur karena orang yang sama, Kim So Eun.
~oO0Oo~
Tiga hari berlalu dan selama tiga hari itu juga So Eun nampak terpuruk. So Eun hanya menghabiskan waktunya di kamarnya, beruntung Ara dan Kyuhyun mengurusnya dengan baik walau Ara terkadang harus keras untuk memaksa So Eun makan.
"So Eun Eomma, Kau sudah sembuh?... Sso merindukan Eomma..." So Ra merengut manja memeluk So Eun yang duduk bersandar pada kepala ranjang.
"Sso??....." So Eun berhumam lirih menatap So Ra penuh tanya. Seingatnya So Ra selalu menyebut dirinya So Ra, namun kali ini So Ra menyebut dirinya Sso. Panggilan kecil yang terkadang Kim Bum gunakan untuk memanggilnya ketika So Eun merajuk, tentunya dengan tambahan dibelakangnyanya menjadi 'Sso Sayang' .
"Uncle Kim pernah bercerita jika dulu Dia memanggil Eomma dengan panggilan 'Sso'.....So Ra suka jadi So Ra menyebut So Ra dengan nama Sso....Uncle Kim juga menyukainya.... Bahkan uncle Kim memanggil Sso berulang kali hingga hampir menangis...." So Ra dengan cerewetnya menceritakan kejadian ketika bertemu Kim Bum diacara fans meeting Kim Bum dan So Eun saat itu sedang ke toilet.
So Eun berusaha agar tidak meneteskan airmatanya membayangkan cerita So Ra saat Kim Bum berulang kali menyebut 'Sso'. Kim Bum selalu menyebut namanya dengan lembut sembari terus menatapnya penuh cinta. Dan kini So Eun semakin menyesali yang terjadi, karena kini Ia sudah merubah tatapan cinta itu menjadi tatapan penuh kehancuran.
"So Eun Eomma, kapan kita bertemu uncle Kim lagi?....Sso merindukan Uncle Kim Eomma....." So Eun hanya bisa tersenyum sembari mengusap sayang kepala puteri kecilnya itu.
"Jika sudah bertemu Uncle Kim, Eomma pasti sembuh...." So Ra berucap yakin sementara So Eun hanya mengernyitkan keningnya heran karena pemikiran So Ra.
"Dulu saat Eomma lelah bekerja atau sakit, Eomma akan langsung tersenyum jika sudah melihat uncle Kim di televisi.... Jadi sekarang Eomma pasti akan sembuh jika bertemu Uncle Kim.... Sso akan bilang pada Appa dan Ahra Eomma...." So Ra berucap semangat dan langsung berlari keluar kamar sebelum So Eun sempat mencegahnya. So Eun kini sadar bagaimana So Ra yang masih kecil bisa mengidolakan Kim Bum. Tidak berapa lama So Ra pun masuk bersama Ara dan Kyuhyun.
"Jangan dengarkan apa yang So Ra katan.... Itu tidak benar.... Aku-.... " So Eun berusaha menjelaskan sebelum Ara memotong ucapannya.
"Tapi Kau memang harus menemuinya... Tidak... Bukan hanya Kau... Tapi Kita....Kau, Aku, dan Kyuhyun...." Ucap Ara serius. So Eun pun menatap Ara dan Kyuhyun tidak mengerti hingga akhirnya Kyuhyun menunjukkan sebuah tabloid berisi foto Kim Bum dengan tulisan yang cukup untuk membuat So Eun membulatkan mata terkejut.
"Kim Sang Bum Sang Idola Dengan Kesempurnaannya (Tampan, Mapan dan Terkenal) Menjalin Affair dan Berusaha Merebut Isteri Seorang Pengusaha..."