Bagian Dua Puluh Lima

1120 Kata

Ratapan sendu kini begitu kentara di kedua mata milik perempuan bernama Violet. Dari beberapa menit yang lalu, Violet sudah menanti-nanti kehadiran seorang laki-laki berkacamata tipis yang biasanya sudah nangkring di depan rumahnya bersama kuda besi matic-nya. Yang biasanya akan menjadi pembuka manis di pagi harinya, ya, walaupun terkadang di penghujung hari ia bisa meremukkan d**a dalam seketika. Tapi, kali ini berbeda. Tak ada pertanda bahwa laki-laki itu akan datang menjemputnya. Tak ada suara tarikan gas kendaraan roda dua yang biasa menyapa pagi harinya hingga membuatnya lebih bersemangat dalam menyambut hari baru. Embusan napas berat Violet keluarkan, apakah salah jika ia berharap ketika tak ada perjanjian yang terlibat di dalamnya? Ia yang egois karena terlalu memaksakan keadaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN