"Ap-apa yang akan kau lakukan padaku, Nata ...." Clary meraba sekitarnya. Setelah tadi ponselnya dibanting oleh pria itu ia pun semakin ketakutan. Wanita itu berusaha memundurkan badan, tetapi naas, kini dirinya terjebak di dinding ruangan. "Kau tahu, Manis, aku memang menginginkanmu. Sejak Zaky membawamu ke dalam taruhan itu, ah, bukan. Tapi sejak aku tahu kalau Bian memiliki adik secantik dirimu, aku sudah menginginkanmu. Tapi sialnya kau malah jatuh cinta pada si berengsek itu. Dan sekarang, aku harus mendapatkan sisanya? Mendapatkan wanita buta sepertimu? Yang benar saja." "Lalu kenapa kau menyanggupi pernikahan ini?" "Kau ingin tahu alasannya?" Nata mencengkram rahang wanita itu. "Aku menerimanya, karena aku ingin dekat denganmu, dan untuk hari inilah aku harus bers

