Kamar VIP itu sudah terdapat fasilitas lengkap termasuk sebuah sofa yang bisa Indra pakai untuk tidur. Marisa tidak mau jauh dari Indra. Baru saja Indra membaringkan tubuh di atas sofa, Marisa memanggilnya dan menyuruh Indra untuk mendekat. "Ayah sayang. Sini!" "Kenapa, Bun?" Indra bangun dan mendekati istrinya. "Jangan di situ. Di sini aja!” Marisa menepuk kasurnya. "Bunda nggak mau jauh-jauh dari Ayah, ya?" “Nggak mau!" Semenjak kembali bersama, Marisa lebih terus terang dan bersikap terbuka. "Sini, nggak boleh jauh-jauh! Besok kan Ayah mau ke kantor polisi. Bunda ditinggal lagi." Indra naik dan membaringkan tubuhnya di samping Marisa. "Cuma sebentar, nggak akan lama! Ayah janji!” Indra mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Marisa. "Pulangnya bawa makanan yang e

