Apakah saat ini ia akan dibunuh atau akan dicelakai? Siapa orang yang berada di balik penculikan ini? Jantung Marisa berdegup kencang. Tangannya berusaha melepaskan ikatan yang terasa begitu kuat. Marisa diikat di sebuah kursi kayu yang sudah lapuk. Bibirnya pun ditutup oleh lakban. Udara di ruangan terasa panas karena kurangnya ventilasi. Ditambah aroma dari minyak tanah sangat mengganggu indra penciuman dan pernapasannya, Marisa semakin menderita. Seorang pria berbadan kekar masuk dengan wajah yang ditutup masker dan membawa tongkat bisbol. "Udah bangun, nih Bro!" Satu lagi temannya masuk dan menghampiri Marisa. "Eleuh-eleuh, meni geulis nyah si eneng!” Si pria mengusap rambut Marisa yang halus. "Heh, Bro! Awas pikiranmu jangan kotor. Kalo kita apa-apain dia tanpa perintah Bos, kit

