BAB 48

1626 Kata

Setelah menghabiskan air mineral satu botol, Marisa merasa lapar dan ingin mengunyah makanan. "A’a beli makanan dulu, ya," ucap Indra. "Jangan tinggalin aku, A’a. Pesen aja! Tuh ada brosur dan gambar menu. Bisa diantar ke sini kayaknya.” Marisa menunjuk sebuah brosur makanan di atas meja. "Ah, istri A’a manja, nggak mau ditinggal!” Indra meraih dan memilih menu. “Nggak mau. Diem di sini! Jangan ke mana-mana. Zaman sekarang kan bisa pesan antar." "Siap istriku, Sayang! A’a di sini nemenin kamu. So, mau makan apa Tuan Putri?" "Pilihin! Apa aja aku makan kalo A’a yang pesenin!" "Siap, Tuan Putri!" Marisa merengek, "A’a cepet telepon dan pesan makanan. Abis itu A’a duduk di samping aku sini!” Marisa menepuk kasur bed-nya. "Iya, Sayang." Indra meraih ponsel pintarnya, lalu memesan mak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN