BAB 31 “Jadi maksudnya, kamu mau ngajakin Afifah untuk menikah?” tanya Umar to the point. “Iya, Pak. Itu juga kalau Afifahnya bersedia, dan kalian memberikan restu. Saya meminta maaf karena mengajak Afifah menikah saat dia belum lama dari lulus kuliah.” Abhizar sendiri kini sudah memiliki bisnis yang ia jalankan, ada bisnis property, dan bisnis pembangunan. Memang sih tidak dapat dipungkiri semua modalnya dari abinya, tapi memang jiwa bisnis dan kecerdasan dari Abhizar mampu memajukan bisnisnya yang ia rintis sejak kuliah. Bisa dibilang dari segi ekonomi dia sudah siap, dari segi mental juga Abhizar merasa siap. “Gapapa, Nak, sebenarnya saya tidak pernah melarang Afifah untuk apapun selama itu baik. Misal dia mau menikah muda, saya tidak masalah. Semuanya kembali lagi pada keputusan Af

