Viona mengerjapkan mata, mendadak badannya terasa pegal linu. Mungkin karena tidur dengan posisi membungkuk di samping Vaga selama semalaman. "Aish, badan gue," keluhnya, detik berikutnya Viona terdiam ketika melihat ranjang pasien di depannya kosong. Matanya mengedar untuk mencari sosok itu, masih pagi sudah menghilang. Tak lama kemudian Vaga masuk sambil membawa sebuah map coklat di tangannya. "Dari mana?" tanya Viona. "Pemeriksaan," jawab Vaga singkat. "Apa katanya?" "Gue baik-baik aja," ucap Vaga lalu naik ke atas ranjang dan kembali membaringkan tubuhnya setelah meletakkan amplop di atas nakas. "Serius?" "Iya." "Tapi kenapa feeling gue, lo kenapa-kenapa." Perasaan Viona tidak mungkin hanya perasaan semata, tadi malam ketika Vaga demam dan bagian perutnya membiru Viona takut

