Teror

1291 Kata

"Tunggu dulu, Vaga." Vaga berbalik hendak pergi karena di depan Viona ada Bu Arumi. Entah mengapa mood Vaga jadi turun karena ada dia, meski pun Bu Arumi banyak membantu Vaga tetapi cowok itu masih belum bisa menerima segala bantuannya. Vaga mencurigai sesuatu jika Bu Arumi sengaja mendekatinya dengan niat tertentu, terlepas apa niat Bu Arumi, tetap Vaga seperti tidak bisa saja melihat keberadaan Bu Arumi yang terus-menerus mencoba mendekatinya. "Vio, lebih baik aku pergi dari pada satu meja dengan dia." Vaga berkata tegas yang jelas terdengar oleh Bu Arumi. "Meja di sini penuh semua, jadi Bu Arumi aku minta duduk di sini karena kebetulan juga beliau sedang ada di sini. Apa salahnya berbagi iya 'kan." Viona mencoba untuk membujuk Vaga, tetapi tidak berhasil Vaga masih bersikukuh akan pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN