Vaga melajukan mobilnya dengan cukup sedang membelah jalanan Ibu Kota di hari yang sudah menjelang siang. Ibu Kota itu tidak mungkin tidak macet, setiap hari kapan pun dan di mana pun itu selalu saja macet, apa lagi sekarang weekend orang-orang banyak yang berpergian untuk jalan-jalan. Sejak tadi senyum Viona tak henti terlepas dari ke dua sudut bibirnya, gadis itu tampak sangat ceria sekali hari ini dan Vaga yang melihatnya hanya bisa ikut tersenyum meski samar. Vaga tak mau jika Viona menyadari bahwa dirinya tersenyum untuknya. "Gue mau makan," celetuk Viona tiba-tiba. "Oke. Gue cari restoran lebih dulu," jawab Vaga. "Eh, jangan di resto, mending di tempat pedagang kaki lima aja." Uhuk Uhuk "Emang ada orang yang kakinya lima?" Vaga tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar Viona

