"Maaf Pak saya gak sengaja." Cicit gue gue langsung mundur beberapa langkah narik diri menjauh dari Kak Alan, gue juga mulai melirik ke sekitar mencari sosok yang gue temui tadi pagi langsung ke rumahnya, Uni, siapa tahu Uni masih di sekitar sinikan? Tadi soalnya berangkat bareng Kak Alan juga. "Iya Kakak tahu kamu gak sengaja, yang Kakak tanya sekarang, kamu gak papa?" Tanya Kak Alan ulang malah menyebut dirinya Kak di depan gue, mata gue jelas membelalak kaget mendengarkan ucapan Kak Alan barusan, sangking kagetnya pertanyaannya aja sampai gak ingat untuk gue jawab, gue hanya berdiri mematung memperhatikan Kak Alan gak percaya, apa ada yang salah sama otaknya Kak Alan? Dari awal sikapnya udah sangat mencurigikan kalau menurut gue. Kak Alan keliatan sama sekali gak kaget ngeliat gue per

