Setelah berhasil menangkan Uni, gue membiarkan Uni memakai kamar mandi gue beserta minjam baju gue sekalian, muka Uni udah kacau parah tadi, kalau Uni tetap maksa pulang ke rumahnya pake muka uanh berantakan kaya gitu, gue jamin seisi rumahnya tar bakalan khawatir, belumpun sampai rumah, di jalan depan aja tar kalau ada orang lewat di kira orang gila, makanya sebelum Uni mendapatkan tertawaan di jalan dan untuk menghindari orang tuanya khawatir, gue membiarkan Uni mandi dan minjam baju gue, kalau untuk Mas Juna kayanya gue gak harus terlalu khawatir karena gue yakin Mas Juna juga ngerti Uni kenapa, cuma yang namanya sayang ya tetap, gimanapun Uni itu adiknya. "Ay! Gue pulang ya?" Pamit Uni ke gue, gue mengiyakan dan ikut bangkit dari duduk gue sekarang, gue nganterin Uni turun dan berdiri

