BAD

2893 Kata

Bagian yang Akina tidak suka adalah dimana takdir mempermainkannya. Ebe datang tepat saat Darma siap untuk keluar dari ruangan Akina, meski begitu amarah Ebe tidak berhenti begitu saja. Wajah Ebe memerah dan tentu saja mengeras karena keberadaan Darma, jika saja adiknya itu adalah seorang laki-laki, Akina yakin Ebe dengan brutalnya memukuli Darma sekarang. Namun, Ebe cukup tahu diri untuk tidak membuat keributan di sana. Memejamkan mata sesaat, Ebe mendekat ke arah kakaknya berada. Rasa ketar ketir Akina semakin menjadi begitu Ebe bergerak cepat mengambil vas bunga di atas meja kerja Akina dan melemparkannya kepada Darma. "Ebe!" teriak Akina tak menyangka kalau adiknya akan sebrutal itu. Wajah Ebe menjelaskan bagaimana rasa kesalnya memuncak. Dia melihat ke arah kakaknya dengan sama ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN