Tiga jam Vianka menunggu di pinggir jalan berteman cilok dan es teh manis dalam gelas plastik. Selama itu pula pesan Xander hanya berbunyi 'otw' berulang kali. Kemana perginya si bungsu sampai menjemput kakaknya saja sulit? Tanpa pertanda hujan akan mengguyur deras pada daerah yang awalnya cerah, Vianka terpaksa berlari mencari tempat berteduh. Dia berhasil mencapai sebuah minimarket dalam kondisi kuyup. Segera dia merogoh ponsel di dalam tas, lalu akan memaki Xander yang telat menjemput. Atau Vianka bisa merengek pada Tyo. Jika perlu berdrama ria bersama maminya mengenai betapa naas nasibnya hari ini. Sial, ponselnya habis daya. Dia mesti memendam kekekasalan. Mencoba mencari pengalihan, dia memutar pandangan pada minimarket lalu berhenti pada sosok yang baru keluar dari sana. Pak bos.

