Waktu yang berlalu tanpa si mercon menyebabkan kediaman Kenio berubah muram. Tidak ada permintaan Kasyaf, omelan Mbok Semi, dan perintah Kenio. Ketiganya beraktivitas dalam keheningan. Kembali pada masa sebelum Vianka bekerja di sana. Tidak ada yang tahu apa ini lebih baik atau buruk. Yang jelas mereka kehilangan, sangat kehilangan sosok menyebalkan pembantu muda itu. Kasyaf menghela napas untuk kesekian kali, sudah tiga hari mbaknya tidak pulang. Ayahnya selalu bilang mbak kesayangannya akan segera pulang. Si Mbok beralasan mbaknya sedang ada urusan penting. Apa Kasyaf bukan termasuk urusan penting bagi mbaknya? “Ayah, Kasyaf mau Mbak Ayu pulang cepat,” rengek Kasyaf tidak tahan merindukan mbak yang disayanginya. Kenio hanya bisa mengangguk. Dia meminta Kasyaf menyelesaikan sarapannya.

