Jumlah kemaluan seorang manusia tidak bisa menjadi tolak ukur jumlah malu yang bisa diproduksi tiap individu. —Vianka Ayuni, Pembelaan diri setelah tertangkap ngompol di depan Pak bos galak— ・ ・ ・ “Kamu ada gangguan buang air?” sindir Kenio. Vianka melengos ke arah jendela di sisi kiri. Sudah tidak ada lagi energi tersisa barang membuat satu atau dua omong kosong seperti biasa. Lenyap sudah jiwa Vianka akibat malu. Dua kali dia mengompol, dua kali juga Pak bos galak yang suka mengacaukan kinerja jantungnya menangkap momen basah itu. Rasanya Vianka ingin membungkus wajahnya dengan kantong kresek —yang murah saja, tidak perlu oplas, kemahalan. Lagian sayang jika wajah cantiknya diganti wajah lain Pak bos galak yang sebenarnya ganteng tapi nggak suka senyum (ke Vianka saja), meminjamk

