Seminggu telah berlalu sejak Greta tinggal di rumah Kara. Pemilik rumah masih mengawasi, tak menemukan tanda-tanda tindakan mencurigakan. Gadis muda itu hanya bermain-main saja dengan Jove. Sesekali masuk ke perpustakaan meminjam beberapa buku lama. Kara gelisah. Ia biasa dikelilingi oleh musuh dan masalah. Makanya dia tak tenang saat tak satu pun tetua Sektor Tiga yang bertindak selain mengawasi orang buahnya. “Rasanya aneh sekali. Keadaan saat ini terlalu tenang.” Kara duduk di depan jendela lantai tiga. Jarinya tak henti-henti mengetuk lantai. Kebiasaannya kalau sedang berpikir keras. Greta dan Jove ada di halaman samping. Tempatnya terlihat dari jendela ruangan Kara berada. Mereka saling bertukar rayuan gombal sambil membuat mahkota bunga. Mau dilihat berapa lama pun, yang Kara te

