Rolf dan Kori baru saja pulang dari salon. Mereka berpapasan dengan Jove di dekat pintu masuk. Si singa sedang bersembunyi di balik tumpukan bunga Laine. Rolf menghampirinya, menunduk melihat lebih dekat apa yang sedang dilakukan oleh Jove berjongkok di sana. “Apa yang kaulakukan di sini?” Jove tersentak, membalikkan badannya takut-takut. Rolf yang selalu dia anggap menakutkan, hari ini terlihat sangat berbeda. Tiga ekor anjing lucu berbagai ukuran di dalam pelukan Rolf membuat Jove merasa tenang. Rasa takutnya hilang, memberi Jove keberanian untuk curhat. “Sembunyi dari Kara,” jawab Jove mencicit. Berusaha agar suaranya tak terdengar oleh telinga si kucing garang. “Hah? Kau membuatnya marah?” “Aku diculik!” “Bukan, ayahku menjualku pada Kara!” Pikiran Jove kacau sekali setelah

