EPILOGUE

2061 Kata

Rolf terbangun dengan wajah pucat di suatu pagi. Dia tak bisa bergerak dari posisinya selama beberapa menit. Kori masih tidur dengan pulas di sampingnya, tetapi ada tambahan sosok menggemaskan di dekat Kori. Pom tercinta membelah diri. Eh, salah! “Pom bertambah! Aaah! Papa senang!” Rolf tak bisa menahan dirinya. Dia berteriak, lari memutari tempat tidur sambil menggendong dua ekor anak anjing seukuran kepalan tangan. Satunya berwarna abu-abu dan satunya berwarna putih. Berlapis bulu tebal super menggemaskan. “Berisik! Jangan teriak-teriak!” Kori jadi terbangun. Hal pertama yang ia lakukan adalah melemparkan bantal ke muka Rolf. “Pom marah, tapi aku lebih marah! Kenapa tidak bilang-bilang lagi, tahu-tahu sudah lahir!” Saat pria yang kini sudah jadi suaminya itu marah, Kori memasang ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN