Rolf selalu mendampingi Kori selama ia terluka, ketulusannya itu membangun kepercayaan Kori padanya. Karena mereka memulai hubungan dari musuh, makanya Kori sulit menerima Rolf bahkan setelah mereka bersama. Akan tetapi, ketika akhirnya mereka mendapatkan kesempatan untuk berjuang bersama, pemikiran Kori berubah. Ekspresi penuh haru Rolf yang Kori lihat saat membuka matanya, begitu membekas dalam hati. “Akhirnya kamu bangun juga! Saking lamanya kau tidur, posisi XL Pom sudah direbut!” Walaupun ucapannya tetap saja membuat Kori emosi. Dia hanya tidur selama seminggu untuk pemulihan, tapi reaksi Rolf seakan dirinya telah koma bertahun-tahun. “Bicara yang jelas.” Kori tak memukul Rolf. Dia terlalu lelah untuk mengamuk. Ia hanya duduk membiarkan Rolf memeluknya sambil mengoceh tak jelas.

