CHAPTER 51

1934 Kata

Rolf selalu mendampingi Kori selama ia terluka, ketulusannya itu membangun kepercayaan Kori padanya. Karena mereka memulai hubungan dari musuh, makanya Kori sulit menerima Rolf bahkan setelah mereka bersama. Akan tetapi, ketika akhirnya mereka mendapatkan kesempatan untuk berjuang bersama, pemikiran Kori berubah. Ekspresi penuh haru Rolf yang Kori lihat saat membuka matanya, begitu membekas dalam  hati. “Akhirnya kamu bangun juga! Saking lamanya kau tidur, posisi XL Pom sudah direbut!” Walaupun ucapannya tetap saja membuat Kori emosi. Dia hanya tidur selama seminggu untuk pemulihan, tapi reaksi Rolf seakan dirinya telah koma bertahun-tahun. “Bicara yang jelas.” Kori tak memukul Rolf. Dia terlalu lelah untuk mengamuk. Ia hanya duduk membiarkan Rolf memeluknya sambil mengoceh tak jelas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN