CHAPTER 42

1121 Kata

Sekali lagi Kara dibuat terkejut oleh tingkah pasangan satu itu. Mereka kembali di pagi hari dengan posisi tertukar. Rolf jadi manusia sekarang, tapi giliran Kori yang berwujud binatang. Sebenarnya tak aneh karena Kara tahu perubahan Kori tak stabil. Masalahnya itu ... si anjing kecil duduk di atas kepala Rolf, berpose sok imut seakan itu bukan masalah besar. “Kori, kau bisa jalan sendiri?” Kepala Kara sakit hanya dengan membayangkan berapa banyak orang yang melihat mereka sebelum sampai ke rumahnya. “Di sini sudah nyaman, Bos.” “Aku nggak masalah membawa Pom!” Bagus mereka sudah akur, tapi kenapa harus begini sekali? “Kenapa kau selalu saja memanggil Pom? Panggil nama Kori yang benar!” Kara segalanya dibuat pusing. Sampai cara memanggil Rolf pun dia pertanyakan. Rasanya seper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN