Bahkan hingga sore, Caramel belum juga kembali ke tubuh aslinya. Terlebih lelaki berpakaian putih sudah pergi sejak satu jam yang lalu, dan dia belum kembali hingga sekarang. Caramel makin frustrasi dibuatnya karena telah berharap pada ketidakmungkinan yang selalu ia inginkan. Tapi mengapa ia berkata bahwa ini tidak mungkin, ketika dia menyadari bahwa tubuhnya adalah bagian dari miliknya. Ia makin yakin bahwa orang-orang telah menggunakan permainan ini sebagai hiburannya di luar sana karena otoriter memang kerap kali bersikap seenaknya dengan mengorbankan nyawa seseorang demi menghibur dirinya sendiri. Dan sekarang tidak ada yang bisa dia lakukan selain hanya berharap bahwa ada keajaiban di mana tubuhnya kembali ke sedia kala. Bahkan dia rela menukar, jika bayaran dari 'kembali' adalah d

