Bagian 43

1510 Kata

Seraphina yang baru keluar dari kamarnya terkejut kala melihat sang papa tengah bersama Revano. "Pa..." Panggil Seraphina. Fadlan dan Revano sontak saja menoleh. Apalagi Revano yang langsung tersenyum kepada Seraphina, ia rindu Seraphina. Sangat. "Sera, dia katanya mau ketemu kamu. Ungkapkan semua yang kamu rasakan agar dia berpikir untuk tidak menyakiti kamu lagi. Keluarkan semuanya yang ada di hati kamu," ujar Fadlan lalu berlalu dari hadapan Revano dan Seraphina. Seraphina menghela nafas, ia sudah menduga jika Revano akan mengejar maafnya. Mau tak mau dia harus berbicara dengan Revano. "Di kamar aja, kalau di sini gak enak kedengeran yang lain," ujar Seraphina. Ia tak mau privasinya diketahui orang-orang. Apalagi ia sudah tahu kalau ART di rumah orang tuanya ini gemar bergosip. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN