Seraphina yang sedang menyetrika baju harus berjalan terburu-buru ke pintu utama karena suara bel berbunyi pertanda ada orang yang bertamu. "Siapa sih? Ini masih jam sembilan pagi," gerutu Seraphina. Saat membuka pintu, tak ada siapapun di sana. Hanya ada satu buah kardus tergeletak tepat depan pintu dengan tulisan besar 'To Mrs. Seraphina'. "Lah, kok serem ya udah kayak film-film teror gitu," ujar Seraphina merinding. "Ini buat gue kan ya?" Tanyanya lagi. "Ya udah bawa aja deh, semoga isinya bukan darah-darah kayak di film." Kemudian Seraphina melanjutkan pekerjaannya lagi. "Revano apa gak ada rasa bersalah sama sekali gitu ya?" Tanya Seraphina sambil melipat baju yang tengah ia setrika. "Dari zaman perut gue rata sampe agak nonjol gini juga dia gak pernah hubungin gue tuh," ujarn

