Sembilan Belas

930 Kata

"Ashh..."   Gara meringis saat Kisha menekan luka tembaknya. Gara beberapa kali memejamkan matanya saat Kisha meniup lukanya.   "Kita butuh air, Gara," isak Kisha tertahan.   Gara menoleh ke sampingnya menatap Kisha yang ternyata tengah menangis. Gara tersenyum tipis sebelah tangannya bergerak mengusap pipi Kisha.   "Pakai saja air mata kamu. Selesai," tukasnya tak sedikitpun mengalihkan tatapannya.   Sejak pertanyaan Kisha tadi, Gara sengaja mengalihkan pembicaraan meringis menyentuh luka tembaknya. Padahal luka itu tidak sakit sama sekali baginya. Namun untuk mengalihkan perhatian Kisha, Gara melakukan akting sebisanya.   "Mana bisa! Orang air mata nggak sampai satu ember kalaupun ditampung," dumel Kisha dengan nada parau.   Gara terkekeh pelan kemudian meringis saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN