Gara mendesah pelan melihat Kisha yang tengah berdiri di balkon dengan tangan yang memeluk dirinya sendiri. Gara sadar dirinya terlalu kasar, tapi terkadang Kisha memang sulit diberitahu. Gara melangkah menuju ke luar menyusul Kisha. Dia menempatkan diri di samping Kisha. "Hidup itu penuh misteri, Ga." Kisha menyadari kehadiran Gara dari derap langkahnya yang semakin dekat. Ya. Hidupnya terasa penuh misteri. Semuanya baik-baik saja sebelum ia memergoki Ringga yang bermain gila dengan Aira. Hidupnya lurus-lurus saja sebelum akhirnya Gara hadir menguak semua jenis keburukan yang bahkan sama sekali tak pernah ia sangka. Sebelah alis Gara terangkat mendengar ucapan Kisha. Gara memiringkan tubuhnya agar bisa menatap Kisha lekat dari samping. "Apa maksud kamu? Aku minta maaf sudah--"

