CHAPTER 44 – Afterward

2188 Kata

Aku berbalik, mencari Daisy dengan penuh semangat. “Kita berhasil! Kita menang, Daisy! Dengar – ” Namun, ketika akhirnya aku menemukannya, segala semangat itu redup tak bersisa. Langkah kakiku terhenti, tubuhku lunglai jatuh bersudut di depannya. Tanganku begitu gemetaran mencoba meraihnya. Daisy tergelak di lantai, tubuhnya kaku. Warna kulitnya berubah pucat seakan tidak lagi memiliki kehidupan di dalamnya. Ketika jariku menyentuh wajahnya, bagian itu retak. Seperti sebuah boneka pasir kering yang akan hancur hanya karena sentuhan kecil. “Daisy bangunlah! Kau ini kenapa!” Aku menjadi panik, frustrasi tidak ingin menerima kenyataan. Kupeluk erat dirinya, tapi bagian tubuh rapuh itu malah hancur, berubah menjadi tumpukan kelopak bunga. Terbang tertiup angin, seakan keberadaannya tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN