​BAB 26: DINDING REALITAS

1544 Kata

​"Paman... cukup. Tolong jangan berdebat lagi," suara Nabila pecah. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh, membasahi pipinya di balik kacamata bulat yang ia kenakan. ​Pernyataan radikal Caspian tentang mualaf dan pernikahan agama justru membuat d**a Nabila dihantam rasa bersalah yang teramat luar biasa. Ia menatap pamannya dengan pandangan memohon, mengabaikan eksistensi Caspian yang berdiri kokoh di samping mereka. ​"Nabila sudah memikirkan hal ini matang-matang semalaman, Paman. Nabila mau pulang saja ke Indonesia. Tolong biarkan Nabila dideportasi," isak Nabila, suaranya bergetar hebat. "Nabila tahu... apa yang Nabila lakukan dengan menandatangani kontrak awal itu salah. Nabila sudah melampaui batas. Nabila tidak mau melibatkan Paman dan Bibi dalam kebohongan yang makin jau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN