Selalu ada kemungkinan jika kita masih percaya padaNya, namun ketika takdir sudah menampakkan kuasanya. Mau tak mau kita harus menerimanya dengan lapang dada.. Unknown *** "Tunggu Mas, ya! Mas janji akan segera pulang begitu pekerjaan Mas selesai," pesan Ray saat akan memasuki taksi yang akan membawanya ke bandara. Rishi menganggukkan kepalanya walau sedari tadi matanya sudah berkaca-kaca, hanya saja ia tak mau menangis di depan Ray juga kedua mertuanya. Rishi tak mau memperlambat pekerjaan suaminya hanya karena dirinya. Begitu taksi menghilang di balik pagar tinggi milik keluarga Ravindra. Rishi, Ulfa, dan Radit mengantar kepergian Ray malam ini dengan perasaan yang sama. Cemas, sedih, dan takut menjadi satu. Bagaimana tidak? Kabar mendadak dari atasannya langsung di kantor yang men

