Sore yang sepi saat itu. Saya kesal setengah mati lantaran ada rapat BEM di kampus yang tidak kunjung menemukan hasilnya. Hanya kesal yang saya rasakan, karena semuanya tetap kukuh dengan pendirian dan pendapat mereka masing-masing. Terkadang BEM sudah seperti di pertandingan saja. Saya pulang ke rumah menggunakan motor tua kesayangan saya. Motor yang sudah menemani saya selama menjadi mahasiswa di kota kembang ini. Perkenalkan saya Harry, mahasiswa ekonomi semester 4 universitas swasta di kota saya. Kalau dari wajah, saya terus terang sering dibilang tampan mirip artis sinetron. Tinggi rata-rata 180 cm, namun saya sedikit gemuk. Saya aktif di organisasi BEM sejak awal semester 2 ini. Saya kira nyaman menjadi ketua BEM. Namun ternyata tidak senyaman yang saya bayangkan. Kuliah saya jadi

