Sekitar satu tahun lalu saya mendapatkan pesan singkat dan telepon dari anak perempuan saya yang mau melahirkan anak pertamanya dua bulan lagi. Sudah hampir setahun dia ikut suaminya yang kerja di Kalimantan barat dan dia sangat berharap saya dapat menunggunya saat dia melahirkan anaknya nanti. Menantu saya akan menjemputku dalam waktu satu minggu itu setelah selesai urusan kerjanya. Benar saja, setelah satu minggu kemudian menantu saya datang, bernama Hendro. Dia sedang mengurus pekerjaan di Jawa barat sekitar satu minggu. Setelah selesai, dia menjemput saya dan masih sempat menginap selama dua hari sebelum kapal berangkat dari pelabuhan Tanjung emas. Hari keberangkatan pun tiba. Pagi-pagi sekali diantar oleh anak bungsu saya berangkat ke Tanjung Emas yang jaraknya sekitar satu jam perj

