Setelah beberapa hari setelah perpisahan saya dengan Neni, saya merasa sangat kesepian dan sedih. tante Lely yang senantiasa menghibur saya setiap hari, dengan segala gurauannya, kecantikan, kehangatan tubuhnya, dan dengan rasa kasih sayangnya. Terkadang di dalam rasa kesendirianku, saya teringat tante Dinda, dengan rasa kehangatan tubuhnya. Saya teringat saat saat yang pernah kami jalani di salah satu ruangan di rumah tante Lely. Di salah satu kamar di rumah tante Lely itulah, saya biasa mengumbar nafsu saya kepada tante Dinda, saling menumpahkan rasa sayang kami, sudah tidak terhitung jumlahnya berapa banyak saya bermain ranjang dengannya, mencurahkan segenap rasa nikmat dan nafsu birahiku, dan sebanyak yang tak terhitung jumlahnya kami berhubungan ranjang, selama itu kami berhubungan t

