Lega rasanya saya melihat pagar rumah kost saya setelah sekian lama terjebak di dalam kemacetan jalan mulai dari kampus. Saya melirik jam tangan saya yang menunjukkan pukul 9 malam yang berarti saya telah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam terjebak dalam arus macet lalu-lintas Jakarta yang begitu sangat mengerikan. Setelah memarkir mobil saya, bergegas saya menuju ke kamar saya dan kemudian langsung menghempaskan tubuh penat saya ke ranjang tanpa sempat lagi menutup pintu kamar saya. Baru saja mata saya terpejam, tiba-tiba saja saya dikejutkan oleh sebuah ketukan di pintu kamar saya yang disertai dengan teriakan yang keras dari suara yang sudah sangat saya kenal. “Har, kamu baru pulang ya? menggema suara Lely memaksa mata saya untuk melihat ke arah asal suara itu. “iya, memangnya ad

