Jebakan

2156 Kata

Abian mengepalkan tinjunya, wajahnya memerah dan rahangnya mengeras. Wanita yang dia cintai dengan mudahnya menfitnahnya dengan mencari simpati orang lain, apa yang diiginkan Felicia sebenarnya. Satria mengusap punggung kakaknya, dia tahu bagaimana perasaan kakaknya sekarang. Mungkin kalau dia tega dia akan mengatakan itu adalah hukuman buatnya karena telah mengabaikan Amara, tapi dia tidak setega itu pada kakaknya, dia berusaha menunjukkan simpatinya. Felicia keluar dari ruangan itu bersama kakaknya dengan senyum pongah. Kalau dia laki-laki, Abian akan menghajarnya. Senyum wanita itu langsung meredup kala melihat Abian yang menatapnya dengan wajah merah padam. “Pulang sekarang atau pernikahan kita berakhir,” tegas dan tajam, Abian lalu meninggalkan Felicia yang ditemani kakaknya. Satr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN