Istri Pajangan

1826 Kata

Setelah melalui masa kritis pasien, akhirnya dokter dan bidan itu terduduk lemas di ruangan istirahat. Dua nyawa terselamatkan. Allah masih memberi mereka kesempatan bisa memberikan kenikmatan berjuang melawan masa kritis. “Ini punyamu?” tanya Frans sambil menunjukkan bolpoin warna ungu. Di kliniknya, siapa lagi yang punya barang-barang warna ungu selain gadis itu. Dara tersentak saat melihat bolpoinnya dibawa Frans, dari mana dia dapatkan itu, apa tertingal di ruangan Frans tadi? Ah, kenapa dia ceroboh begini. “I-itu ….” “Lain kali kalau masuk ke ruangan orang izin dulu atau kalau diam-diam jangan meninggalkan jejak.” “Maaf, Dok.” Frans tersenyum melihat wajah memerah Dara, dia tahu kalau saat ini gadis itu sangat ketakutan. Bisa saja dia mempermasalahkan ini, tapi dia masih ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN