Papa Di Pihak Mana?

1969 Kata

“Kita mau ke mana, pulang?” tanya Amara sembari masuk ke mobil. Yang dia pikirkan hanya satu, ingin meminta maaf pada mama mertuanya atas kejadian ini, dia tidak mau nama baiknya tercoreng karena ulah Satria. “Kamu mau pulang dan menikah dengan lelaki mata keranjang itu? Atau kamu ingin kembali pada laki-laki b******k itu?” kata Satria ketus, Dia lalu mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan penginapan yang semalam mereka pakai untuk bermalam. Mereka kini sudah melewati perbatasan kota. “Aku hanya tidak mau menyakiti hati mama.” “Mama tidak akan kenapa-kenapa, ada Papa yang akan menenangkannya.” Kali ini ucapan Satria sedikit melunak, mungkin dia lelah karena selalu emosi saat bicara dengan amara. Amara memang sedikit membuatnya naik darah, apalagi jika membahas tentang mamanya. Amara t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN