Aku ke rumah Pak Karta, saat itu Indah tengah menyiram bunga. Aku turun dari sepeda bersama Syahid, seperti kata Kang Mukhlis, memang hanya sedikit orang yang tidak percaya wabah kutukan itu. Di antaranya adalah Pak Lurah sendiri yang selalu berpikir rasional, para guru dan Kang Mukhlis sendiri. Indah memanggil ayahnya, kami akhirnya urun rembug, empat orang; aku, Syahid, Pak Karta dan Indah. Empat orang tentu lebih baik pemikirannya daripada hanya dua orang bukan? Kami membicarakan bagaimana menyelesaikan kasus ini, yaitu mengecek berapa orang warga yang telah terjangkit penyakit, kemudian yang kedua adalah membuatkan kartu jaminan kesehatan masyarakat. Baru saja kami mulai berembuk, rombongan guru Sekolah Cahaya datang dan bergabung, semakin lengkaplah. Para guru tentu saja gelisah, b

