Penguntit

1074 Kata

Della senang, akhirnya ia bisa kembali sekolah dan berjualan gorengan, juga menjadi pembantu Bu Rus. Untunglah, Bu Rus orangnya pengertian, sehingga ketika ia sakit ia diizinkan untuk istirahat. "Della-ku!!!" Sauara cempreng Maya mampu membuat seisi koridor terkejut dan menatap Maya dengan ekspresi beragam, kebanyakan tidak suka karena berisik. "Sssttt! Berisik, Maya," peringatan Della yang sudah padti tak didengar oleh Maya. Maya memeluk Della denang, "Gue kan kangen banget sama lo, malah gue dari kemarin gak bisa jenguk lo gegara si sableng juga ke rumah neneknya." "Eh, si Linda ibur juga?" tanya Della. "Tapi udah masuk kemarin, kan sedih gue sendirian di kelas kek orang bego." "Duh, ngomongnya perawan satu ini, suka cemlang-cemlong," ujar Della membalas pelukaan Maya." "Ehehehe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN