Cinta Tak Bisa Dipaksa

1156 Kata

Dari balik pintu kaca yang tengah dibersihkannya, Tamy memandangi Cindra yang sedari tadi tak berhenti membersihkan meja konter dan meja kasir. Sudah hampir satu jam dia melakukannya tanpa henti dan tanpa bicara sepatah kata pun. "Sudah bersih, Cin!" Tamy merebut kain lap dan botol semprot dari tangan Cindra. "Kita closing sekarang, ya? Mas Pram dan Rara udah nungguin kita," Ucapnya. Dan Cindra pun hanya menjawab dengan anggukan. Dan tanpa sepatah kata ia lalu menyandang tas kecilnya dan berjalan keluar kedai. Tamy menarik nafasnya. Buru-buru dimatikannya lampu kedai, dan ditariknya rolling door lalu menguncinya. "Kita naik mobil aja, Cin. Kalau jalan kaki lumayan capek," ujarnya seraya menarik tangan Cindra masuk ke dalam mobil. "Wellcome guuuys!" Rara menyambut Cindra dan Tamy di de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN