​"Mencintai dengan dewasa adalah tentang memberi ruang bagi masa lalu seseorang, sembari berharap menjadi bagian dari masa depannya." 💕 *** Malam itu, Mas Pram mengantarkan Cindra ke kos-nya setelah makan malam bersama. Namun, gadis itu tak segera beranjak turun. Ia terdiam di kursinya, menatap pria di sampingnya dengan keraguan yang membayanginya sejak kemarin. "Ada yang mau kamu omongin?" Tanya Mas Pram lembut. Cindra mengangguk pelan. Jantungnya berdegup kencang, lidahnya terasa kelu untuk sekadar menyusun kalimat. Mas Pram sedikit memiringkan tubuh, mendekatkan wajahnya. "Kenapa, Cindra?" Cindra tertunduk. Tatapan tulus pria itu malah membuat ia semakin merasa bersalah. Ia memberanikan diri mengangkat wajah, menatap pria itu lekat-lekat. "Hmm... apa Mas Pram sudah tahu kalau aku

