BAB 21

1667 Kata

Setelah mendengar pernyataan dari Tania. Aku menggulir layar ponsel menuju beranda sosial media. Kemudian, “Tan?” Aku berseru lirih. Sahabat perempuanku tersebut segera meraih telepon genggam dari telapak tangan kanan milikku. Saat itu, sebuah video sedang berjalan selama beberapa detik. Sebuah tangkapan layar yang menunjukkan adegan saat Aira sedang mengarahkan kamera pada seorang laki-laki. Yah! Lelaki tersebut adalah seseorang yang sedang kupacari. “Nad, kamu tenang dulu,” Tania berusaha menghibur. Meski, sepatah kalimat itu tak lagi berarti. Seluruh isi di hati sedang hancur dan melebur. Sungguh, aku tak menyangka jika Andre benar-benar berkhianat. Malam itu, Tania memutuskan untuk tak segera pulang usai datang menjenguk. Ia memilih menemaniku, yang sedang dilanda oleh rasa pilu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN