“Nad?” Seseorang memanggil namaku dengan lantang. Membuatku melepaskan padangan mataku yang sedang beradu dengan pandangan Farhan yang semula sedang mencegahku untuk terjatuh itu. “Reno?” Aku terbangun dari dekapan tubuh Farhan. “Maaf Farhan, aku jadi merepotkan kamu.” ucapku sembari berlalu dari sisi Farhan. Aku menghampiri Reno yang sedang mengerucutkan bibir. “Kamu kenapa sih, gitu banget ekspresinya?” tanyaku sembari membuyarkan pandangan mata Reno yang semula tertuju kepada kami. “Udah yuk pulang.” Aku menggandeng lengan Reno dan menuju ke kendaraan kami. Reno memasangkan helm kepadaku. Aku sempat melirik sebentar ke arah Farhan yang benar seperti apa yang sedang aku dug

