Kak Rendy tidak menyahut. Dia hanya memperhatikan langkah kakiku yang sedang meninggalkan dirinya. Entah apakah kak Rendy peka atau tidak terhadap perasaanku. Aku tidak akan pernah tahu karena tidak mungkin juga aku secara gamblang menanyakan langsung kepadanya. “Bipbip..” handphoneku bergetar. Aku sungguh sedang menunggu Reno mengabariku. Namun harapanku kembali pupus. Tidak ada pesan masuk pada whatsappku. Aku mengecek notifikasi yang muncul ternyata dari sosial media instagramku. Aku mengeryitkan dahi ketika melihat profile seseoraang yang mengirimiku direct message saat itu. “Aira.” Aku berdecik tidak menyangka. Aku membuka postingan yang dikirimkan olehnya. Aku terkejut melihatnya. Aira mengirimkan postingan

