Bulan telah berganti, namun tak ada kabar sedikitpun tentang keadaan sang adik membuat Taehyung nyaris frustasi. Dia yang dulu ceria sekarang lebih suka berdiam diri, menyelami sepi dan menangisi ketidakberdayaannya seorang diri. Jimin ada, namun sepertinya sepupunya juga merasakan hal yang sama. Menanti dan berharap adik kecil mereka baik-baik saja jauh disana. Dalam gelapnya malam serta dinginnya angin yang berhembus kencang, Tahyung memeluk lututnya erat memandang langit yang bertabur bintang diatas sana. Memejamkan mata namun lagi-lagi air matanya mengalir padahal jelas matanya sudah sakit karena lelah menangis. "Bagaimana kabarmu disana saeng?"Dia kembali membuka matanya menatap langit. "Bisakah Hyung memelukmu dari sini"Dia tersenyum lembut. "Kau tau, kau berhasil! kau membua

