"Baru beberapa jam yang lalu anak ini membuatku kesal"Jimin mengepalkan tangannya kuat berusaha mati-matian agar suaranya tak bergetar. Disampingnya Taehyung terduduk menatap hampa beberapa selang yang terpasang ditubuh adiknya. Dia menggenggam tangan kurus itu erat, sesekali mendongak untuk tidak membiarkan air matanya jatuh. "Aku benar-benar tak menyangka"Suara lirihan Jimin kembali terdengar. Sementara itu disamping sisi kanan ranjang, Yoora yang matanya sudah sembab mengusap lembut surai sang anak, sesekali mencium putranya itu penuh kasih. Ceklek Jin memasuki kamar anak itu lalu menatap bergantian satu-persatu orang yang wajahnya tak secerah beberapa jam yang lalu, dia menghela nafas. "Dia tidak apa-apa"Ujarnya mencoba menenangkan semua orang. "Kalau dia tidak apa-apa, dia tida

